Pelayanan

Hari Ketujuh, 11 Maret 2020

1 Tesalonika 5:17
“Tetaplah Berdoa”
Salam dalam kasih Kristus,
Pagi ini saya menulis dengan nada optimis karena kemarin pemerintah mengumumkan bahwa 2 orang pasien Covid-19 yang disebut pasien nomor 6 dan nomor 14 keadaannya telah membaik. Bahkan, kondisinya dari positif menjadi negatif Covid-19, artinya telah
sembuh. Namun, siang tadi sebelum tulisan ini saya kirim ke media sosial, saya membaca berita bahwa pasien nomor 25 meninggal dunia. Di satu sisi saya bersyukur mendengar 2 pasien yang sembuh, karena hal ini memberikan harapan kepada kita bahwa sakit yang ditimbulkan Covid-19 dapat disembuhkan. Namun saya ikut sedih mendengar ada pasien yang meninggal.
Dua kenyataan ini membuat kita menyadari bahwa di tengah kesulitan tetap ada harapan jalan keluar, namun di dalam harapan tersebut janganlah kita lengah karena situasi waspada Covid-19 memang belum selesai. Dalam hal apakah kita harus tidak lengah?
Jangan lengah menjaga kesehatan diri sendiri. Usahakan istirahat cukup supaya stamina Anda terjaga. Konsumsilah makanan dan minuman yang higienis dan bergizi. Jagalah kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan. Banyak pola hidup sehat yang perlu kita
kembangkan di dalam situsi ini. Bila Anda sedang mengalami sakit dengan gejala batuk, pilek, demam tinggi, tenggorokan kering, dan sesak nafas, segeralah ke dokter dan beristirahat di rumah, hindari kerumunan orang banyak.
Jangan lengah menjaga kesehatan bersama. Mari kembangkan tanggung jawab sosial kita dengan mengurangi kontak fisik, mengubah jabat tangan dengan salam sehat jarak jauh. Menghindari kerumuman orang banyak bila kita sedang tidak sehat. Gunakan masker bila dalam keadaan tidak sehat (batuk-pilek) Anda terpaksa bertemu dengan orang.
Jangan lengah untuk terus berdoa. Firman Tuhan berkata, “Tetaplah berdoa” (1 Tesalonika 5:17). Ayat ini adalah ayat yang terpendek di Alkitab, mudah dihafal karena hanya terdiri dari dua kata, namun seringkali kita melupakannya. Kata “tetaplah” berasal dari kata αδιαλειπτωος adialeiptos (dalam bahasa Yunani) yang berarti “tidak terputus, terus menerus, tanpa berhenti”. Jangan lengah, tetap terus berdoa. Bagaimanakah kita dapat berdoa terus menerus? Bukankah kita juga harus melakukan kegiatan lainnya? Jawabannya sederhana, ketika ada pekerjaan penting yang menyita pikiran kita, kita masih dapat
terus memikirkan pekerjaan itu sambil makan, bahkan bisa mandi kita masih memikirkannya, dll. Sama dengan itu, sebenarnya sambil melakukan aktivitas apapun, kita masih dapat memiliki sikap hati dan pikiran yang terus berdoa kepada Tuhan. Cara lain yang dapat kita lakukan adalah setiap kali Anda mendengar atau membaca berita
tentang Covid-19, segeralah naikkan doa singkat dalam hati.
Kiranya Tuhan melindungi dan memberkati kita sekalian
menghadapi situasi waspada Covid-19 ini.
Jakarta, 11 Maret 2020
Pdt. Petroes St. Soeryo
Gembala GKY Kebayoran Baru
Jadwal Ibadah dan Persekutuan
Keb. Umum I: Minggu, 07.30 Wib
Keb. Umum II: Minggu, 10.00 Wib

Pers. Doa Selasa: 10.00 Wib
Pers. Doa Rabu: 19.00 Wib
Pers. Doa Sabtu: 07.00 Wib

Sekolah Minggu: Minggu, 10.00 Wib
Komisi Remaja: Minggu, 10.00 Wib
Komisi Pemuda: Sabtu, 17.00 Wib
Komisi Wanita: Jumat, 10.00 Wib
Pers. Adelphos (Pria):
Kamis ke-4, Bulan ganjil 19.00 Wib

Pers. Kaleb (Usia Indah):
Kamis ke-1 & 3, 10.00 Wib

Pers. Pasutri (Pasangan Suami Istri):
Sabtu ke-2, 16.00 Wib
GKY Kebayoran Baru
Jl. Kebayoran Baru No. 79
Jakarta Selatan, 12120

Telp: (021) 7279-2735
Fax: (021) 7279-3017
Email: gkykb@yahoo.com
Warta: lihat warta
Silahkan Hubungi Kami
Name
Phone
Email
Subject
Message
Captcha
Website Design & Development by